Selasa, 12 Agustus 2014
Mengatasi motor matic yang tiba-tiba mati karena kehilangan kompresi
Pernahkan anda mengalami kejadian sepeda motor tiba-tiba mati (motor matic), akibat kehilangan kompresi. Kejadian ini tentu sangat menyebalkan dan bisa membahayakan bila terjadi saat kita berada dalam lalu lintas yang padat. Kemarin saya mengalami kejadian tersebut untuk yang ke-3 kalinya. Saat motor sedang melibas jalan keriting tiba-tiba motor matic saya Yxxxxa Xexx mati. Kemudian saya pakai standar berdiri, dan saya engkol kick starternya. Tetapi engkol seperti blong, tidak terasa ada beban. Hal inilah yang dinamakan kehilangan kompresi.
Alhamdulillah kejadian ini tepat di depan bengkel sepeda motor. Sejurus kemudian motor sudah berada di dalam bengkel. Sang montir kemudian membuka busi dan memasukan oli kedalam mesin lewat lubang busi tadi. Kemudian dipasang kembali busi tersebut, dan dia mulai mengengkol dibarengi dengan men-starter. Beberapa detik kemudian....greeeng2, suara knalpot mesin meraung-raung disertai asap putih akibat oli yang dimasukan ke ruang pembakaran mesin tadi.
Karena sang montir merasa kasihan saya sudah mengalami kejadian tersebut beberapa kali, dan bila harus membuka busi dan memancing memakai oli tentu bisa merepotkan, maka dia memberikan tips ke saya bila hal tersebut terjadi lagi. Berikut tips yang dia berikan bila motor matic tiba-tiba mati akibat hilangnya kompresi.
1. Tarik handle gas sampai mentok dan jangan lepaskan.
2. Tekan tombol starter dibarengi dengan mengengkol kick starter secara bersamaan.
3. Bila motor mulai terasa ada kompresi dan kemudian mesin hidup, kurangi tarikan handle gas separuhnya, dan terus pertahankan sampai mesin tersa stabil.
Semoga tips di atas bermanfaat..........
Kamis, 31 Juli 2014
Menentukan Langkah Awal untuk Penerapan Sistem Manajemen Mutu
Pertanyaan yang sering muncul di kepala kita saat akan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM), berdasarkan pengalaman penulis di dua perusahaan yang pernah di tongkrongi adalah seperti ini:
1. Apa sih manfaat yang akan kita dapat bila sudah mengaplikasi SMM ?
2. Apakah akan meringankan pekerjaan kita atau sebaliknya ?
3. Seperti apa sih audit SMM itu ?
4. Bagaimana bila gagal nanti dalam audit ?
5. Dan pertanyaan lainnya yang membebani pikiran.
Pada kenyataannya SMM (ISO 9001) tidaklah serepot pikiran kita. Masih banak sistem-sistem lain yang jauh lebih rumit. Untuk memulai penerapan ISO 9001 maka langkah-langkah yang perlu dilakukan biasanya seperti berikut:
1. Dapatkan komitment dari top manajemen.
2. Pilih konsultan yang dipercaya (bagi yang sama sekali belum mengenal SMM).
3. Bentuk atau tentukan salah seorang yang dipercaya oleh top manajemen sebagai perwakilan manajemen (Management Representative: MR).
4. MR akan menentukan perwakilan dari masing-masing departemen sebagai penanggung jawab di bagian tersebut.
5. MR mengadakan pelatihan melalui konsultan yang ditunjuk, dengan peserta dari perwakilan masing-masing bagian tadi.
6. Setelah semua memahami konsep SMM, lakukanlah audit awal terhadap dokumen-dokumen yang di aplikasi selama ini. Bila di anggap sudah cukup memenuhi persyaratan SMM maka lanjutkan penggunaan dokumen-dokumen tersebut. Tetapi bila dirasa tidak sesuai dengan persyartan SMM, maka lakukan penyesuaian sesederhana mungkin agar mudah di aplikasi.
7. Setelah semua dirasa sudah cukup memenuhi persyaratan SMM, maka melalui badan sertifikasi ISO lakukanlah audit untuk mendapatkan sertifikasi.
8. Untuk tetap berhak memakai sertifikasi yang sudah di dapat, setiap setahun sekali akan dilakukan Surveillance Audit oleh badan sertifikasi.
Tidak repot kan, semoga bermanfaat.
Indahnya berbagi............
1. Apa sih manfaat yang akan kita dapat bila sudah mengaplikasi SMM ?
2. Apakah akan meringankan pekerjaan kita atau sebaliknya ?
3. Seperti apa sih audit SMM itu ?
4. Bagaimana bila gagal nanti dalam audit ?
5. Dan pertanyaan lainnya yang membebani pikiran.
Pada kenyataannya SMM (ISO 9001) tidaklah serepot pikiran kita. Masih banak sistem-sistem lain yang jauh lebih rumit. Untuk memulai penerapan ISO 9001 maka langkah-langkah yang perlu dilakukan biasanya seperti berikut:
1. Dapatkan komitment dari top manajemen.
2. Pilih konsultan yang dipercaya (bagi yang sama sekali belum mengenal SMM).
3. Bentuk atau tentukan salah seorang yang dipercaya oleh top manajemen sebagai perwakilan manajemen (Management Representative: MR).
4. MR akan menentukan perwakilan dari masing-masing departemen sebagai penanggung jawab di bagian tersebut.
5. MR mengadakan pelatihan melalui konsultan yang ditunjuk, dengan peserta dari perwakilan masing-masing bagian tadi.
6. Setelah semua memahami konsep SMM, lakukanlah audit awal terhadap dokumen-dokumen yang di aplikasi selama ini. Bila di anggap sudah cukup memenuhi persyaratan SMM maka lanjutkan penggunaan dokumen-dokumen tersebut. Tetapi bila dirasa tidak sesuai dengan persyartan SMM, maka lakukan penyesuaian sesederhana mungkin agar mudah di aplikasi.
7. Setelah semua dirasa sudah cukup memenuhi persyaratan SMM, maka melalui badan sertifikasi ISO lakukanlah audit untuk mendapatkan sertifikasi.
8. Untuk tetap berhak memakai sertifikasi yang sudah di dapat, setiap setahun sekali akan dilakukan Surveillance Audit oleh badan sertifikasi.
Tidak repot kan, semoga bermanfaat.
Indahnya berbagi............
Langganan:
Postingan (Atom)